prolog
Ibarat orang pidato yang pake prolog, disini,di blog ini juga enaknya ada kata2 sambutan dulu kali ya. Dengan lahirnya maha karya dari seorang mahasiswi sebuah fakultas di salah satu universitas di Jakarta menandakan bahwa kehidupan akan segera di bagi *di share klo bahasa kerennya*. Apa yang ada di blog ini emang di buat dengan se-ada-ada-nya tanpa rekayasa. Ingat! Di buat hanya untuk berbagi, kalo ada yang ngerasa mohon maaf sebelumnya dan tentunya ga ada maksud untuk menyinggung pihak manapun. Hanya untuk bercerita, mengetahui kehidupan di luar sana yang lebih ribet dari semua rumus fisika dan mencoba mengerti pada berbagai kondisi.
Saya, seorang anak dari mama dan papa dan mempunyai satu saudara kandung laki-laki cukup melengkapi hidup saya di rumah. Berangkat dari keluarga yang tentram adem ayem dan mencoba untuk bertempur dengan gejolak di luar rumah yang menuntut ini itu dan akhirnya hidup segera di mulai tentunya dengan memilih. Apapun itu semua pasti beresiko. Dan apapun yang terjadi dengan saya sampai saat ini adalah pilihan hidup yang harus dijalani dengan semangat yang tinggi demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. *hahahaha...*
Selalu percaya rejeki,keberuntungan dan segalanya yang ga di duga karna Tuhan Sang Pencipta adalah empunya kehidupan ini. Tawa, sedih, gelisah, semua merupakan anugrah. Mencoba bersyukur walaupun tak jarang mengeluh. Tapi, sekali lagi inilah hidup. Ga bisa di tebak mau kaya gimana jadinya.
Si melankolis yang juga sanguinis, cukup menggambarkan karakteristik saya.
Dan akhirnya semua kembali kepada pembaca blog saya. Terimakasih untuk kesediaannya dan jika ada yang kurang berkenan mohon di maafkan.
nb : setelah di baca-baca,prolog ini emang agak sedikit aneh. bener-bener kek orang mau pidato. bahasanya baku banget udah gitu pake penyebutan kata "saya" yang emang agak kaku di denger. tapi, itulah si pemilik blog ini. hanya bisa menuliskan apa yang ada di otaknya..
Saya, seorang anak dari mama dan papa dan mempunyai satu saudara kandung laki-laki cukup melengkapi hidup saya di rumah. Berangkat dari keluarga yang tentram adem ayem dan mencoba untuk bertempur dengan gejolak di luar rumah yang menuntut ini itu dan akhirnya hidup segera di mulai tentunya dengan memilih. Apapun itu semua pasti beresiko. Dan apapun yang terjadi dengan saya sampai saat ini adalah pilihan hidup yang harus dijalani dengan semangat yang tinggi demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. *hahahaha...*
Selalu percaya rejeki,keberuntungan dan segalanya yang ga di duga karna Tuhan Sang Pencipta adalah empunya kehidupan ini. Tawa, sedih, gelisah, semua merupakan anugrah. Mencoba bersyukur walaupun tak jarang mengeluh. Tapi, sekali lagi inilah hidup. Ga bisa di tebak mau kaya gimana jadinya.
Si melankolis yang juga sanguinis, cukup menggambarkan karakteristik saya.
Dan akhirnya semua kembali kepada pembaca blog saya. Terimakasih untuk kesediaannya dan jika ada yang kurang berkenan mohon di maafkan.
nb : setelah di baca-baca,prolog ini emang agak sedikit aneh. bener-bener kek orang mau pidato. bahasanya baku banget udah gitu pake penyebutan kata "saya" yang emang agak kaku di denger. tapi, itulah si pemilik blog ini. hanya bisa menuliskan apa yang ada di otaknya..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment